Beauty Basic: The steps to flawless skin

Hello ladies,

Today’s post is especially written for all of you, who would like to have a better healthy skin ❤

I have been asked a lot by people around me the secret of my flawless and healthy.
Instead of replying to them one by one, I have decided to post it here; so, more people can read it too.I believe, there are many women out there who have the same issue that they wish to solve.

Practically, there is no short cut to a flawless-healthy skin. It is all about good self-maintenance and self-discipline. The question is how committed are you to yourself? Without commitment, you will never achieve the result you expect to get.

If you are ready to commit yourself in this routine, let’s get into business!

Post hari ini secara khusus ditulis untuk kamu  – kamu semua yang pengen tahu gimana sih caranya buat mendapatkan kulit wajah yang cantik dan sehat ❤

Saya sering ditanya oleh orang – orang disekitar saya, gimana sih caranya biar bisa punya kulit muka yang mulus, cantik dan sehat? Ketimbang reply mereka satu – satu, akhirnya saya putuskan buat share tips beauty rutinku diblog ini, supaya bukan cuma mereka puas, tetapi supaya kamu – kamu semua dan banyak wanita lainnya kebagian berkahnya juga.. hehehe.. karena saya percaya, banyak wanita diluar sana yang punya issue serupa juga dengan saya dan teman – teman saya.

Pada prinsipnya, gak ada yang namanya short-cut atau jalan pintas yang instant untuk mendapatkan kulit cantik, sehat dan bercahaya. Syaratnya hanya ada 2, Rajin & Disiplin! Yang jadi issue adalah berapa komit sih kamu terhadap dirimu sendiri? Karena, tanpa komitmen, kamu gak bakalan bisa mendapatkan hasil yang kamu inginkan.

Kalau kamu sudah siap untuk komit menjalakan beauty rutin ini, yuk kita langsung aja ke tips yang pertama!


Step 1: Keep your face clean & moisturize well

3 simple steps:

  • Wash your face properly and regularly
    Cucilah wajah Anda secara proper dan reguler
  • Use toner
    Gunakan toner sesudah mencuci wajah Anda
  • Moisturize well
    Gunakan pelembap sesudah menggunakan toner untuk mengembalikan tingkat kelembapan kulit wajah

It doesn’t take a fancy steps or formula to adequately clean and moisturize your face. No matter whether your skin type is dry, oily or sensitive, you shouldn’t skip the moisturizing step in your skin care routine. Leaving it out might quickly cause redness or flaking, and in time it can allow wrinkles and other aging signs to show up on your skin earlier than they otherwise might. Also, if you have sensitive skin or a skin condition, moisturizing regularly might help ease some of the irritation.

Anda tidak harus menggunakan produk – produk kecantikan yang mahal dan mewah untuk menjalankan beauty rutin ini. Gak perduli apa jenis kulit yang Anda miliki, entah itu kering atau oily atau sensitif, Anda harus tetap mengaplikasikan pelembab untuk menjaga kelembapan kulit wajah Anda. Kelalaian Anda dapat mengakibatkan kulit menjadi merah dan mengelupas, dan bahkan dapat menyebakan kulit menjadi keriput dan tanda – tanda penuaan dini lainnya bermunculan lebih cepat dari yang seharusnya. Selain itu, jika kulit Anda adalah kulit yang sensitif atau punya masalah lainnya, melembapkan kulit secara regular dapat membantu mengurangi kadar iritasi kulit yang dialami.

Dermatologists have designated 16 different skin types, based on the following four categories:
Menurut dermatologist, ada 16 jenis kulit yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 kategori berikut:

  • Dry or oily
  • Pigmented or nonpigmented
  • Wrinkled or tight
  • Sensitive or resistant

Knowing which skin type you fall into makes it much easier to pick the right daily facial moisturizer. Often, skin care companies will label their face lotions with the corresponding skin type.
Dengan mengetahui jenis kulit yang kita miliki, kita jadi bisa langsung memilih daily facial moisturizer atau skincare dan makeup lainnya yang sesuai dengan jenis kulit kita, tinggal dilihat saja label yang tertera dipackaging skincare atau makeup.


Step 2: Eat Well

Watch what you eat! I believe all you must have heard this infamous statement: “You are what you eat!”
 Unfortunately, it is true. So, we have to be careful of what we consume. Always remember this, “is our way of noshing helping or hurting your complexion?

In short, What we eat can affect our hormone balance, cause acne, and create or lessen inflammation, which is associated with skin aging. Therefore, our food can be as important as the serums and creams you apply on your skin, says Dr. Wu. Here is some  25 foods that are good and fantastic for us and  our skin (click here).

Perhatikanlah apa yang Anda konsumsi setiap hari! Saya percaya teman – teman semua pernah dengar quote yang satu ini: “You are what you eat!” Berita buruknya, kalimat ini bener banget. Makanya, sampai ada pertanyaan penting ini, “apakah pola makan kita membantu atau mengrusak kompleksi kulit kita?”

Singkatnya, apa yang kita makan itu mempengaruhi keseimbangan hormone kita, bisa menyebabkan timbulnya acne, dan mempengaruhi inflamasi, yang mana semuanya ini berhubungan dengan tingkat usia kulit kita. Makanya ada anak muda yang kelihatan lebih tua dari usianya, inilah penyebabnya. Oleh karena itu, jenis makanan yang kita konsumsi itu sama pentingnya dengan serum dan krim wajah yang kita aplikasikan setiap hari, kata Dr. Wu. Berikut saya lampirkan link 25 jenis makanan yang baik dan fantastis untuk kita dan kulit kita (click here)

Classic Pink Separator

Step 3: Get enough sleep!

According to Jessica Krant, MD, MPH, assistant clinical professor of dermatology at SUNY Downstate Medical Center and founder of Art of Dermatology in New York, people with poor sleep, are easily stress and have higher level of stress in compare with those who get enough quality of sleep. It is because of the increased of stress hormone in the body, which result on the severity of inflammatory skin conditions such as acne or psoriasis. In contrast, a good night sleep will help to clear up skin, as well as skin health.

If poor sleep can lead to such a horrible issue, imagine what can happen to our skin, if we are lacking of sleep. I know the idea that we can get through the day with minimal shuteye seems to be catching on, especially for teens and young adult who are increasingly staying up to study, binge-watch shows and partake in all-night vamping sessions.

Menurut Jessica Krant, MD, MPH, assistant clinical professor of dermatology di SUNY Downstate Medical Center dan founder dari Art of Dermatology di New York, orang yang kualitas tidurnya buruk, ditemukan lebih mudah stress dan punya kadar level stress yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang punya kualitas tidur yang baik. Hal ini dikarenakan tingkat hormon stress dalam tubuh yang meningkat, yang mana akhirnya menyebabkan inflmmatory yang cukup parah pada kulit, seperti timbulnya akne dan psoriasis. sebaliknya, orang yang punya kualitas tidur yang baik dan jumlah tidurnya cukup, akan memiliki kulit yang lebih bersih dan sehat.

Kalau kualitas tidur yang buruk saja bisa menyebabkan masalah yang parah seperti ini, gimana ya dengan orang – orang yang kurang jumlah tidurnya? Saya mengerti sekali beban dan tanggung jawab yang dimiliki pemuda – pemudi jaman sekarang, anak SD saja tugas sekolah dan ujiannya banyak dan berat, apalagi anak kuliah? Belum lagi kalau uda waktunya thesis. Orang kerja juga banyak yang suka lembur dikantor. Cuma yang bikin lebih parah adalah kalau sudah sibuk seperti itu, giliran kita bisa punya waktu tidur, waktunya dipake buat main game, clubbing, binge-watch shows dan all-night vamping session lainnya. Ini bukan masalah cool atau gak gaul, tapi ya itulah harga yang harus dibayar kalau mau punya kulit yang bagus dan sehat.

Here are six skin health facts of not getting enough sleep:

  1. Not enough sleep worsens existing skin conditions, such as causing acne breakouts, increased skin sensitivity, increased allergic contact dermatitis reactions, and so on.
  2. Not enough sleep detracts from your skin’s natural beauty. Lacking of sleep is causing the breakdown of collagen and hyaluronic acid, the molecules that give the skin its glow, bounce and translucency.
  3. Not enough sleep makes immune-related skin problems worse, i.e. the increased inflammation in the body throws off the body’s ability to regulate the immune system, which leads not only to getting sick more often, but also to flares of immune-related skin diseases such as psoriasis and eczema.
  4. Not enough sleep results in less beauty –  Results in poor water balance, leading to puffy bags under your eyes and under-eye circles, as well as dryness and more visible wrinkles.
  5. Not enough sleep accelerates the aging process – During deep sleep, the rise in growth hormones allows damaged cells to become repaired. Without the deeper phases of sleep, this won’t occur, allowing daily small breakdowns to accumulate instead of being reversed overnight. This results in more noticeable signs of aging.
  6. Not enough sleep contributes to weight gain. Sleep also helps with weight management, which is good for your skin. Whereas, sleep deprivation leads to excess snacking and calorie consumption.

Berikut adalah 6 fakta menyedihkan dari kurang tidur:

  1. Kurang tidur memperburuk kondisi kulit, seperti acne breakouts, meningkatnya skin sensitivity, meningkatnya kadar alergi, dst.
  2. Kurang tidur menyebabkan hilangnya kecantikan alami kulit. Hal ini disebabkan karena kurangnya tidur merusak kolagen dan asam hyaluronic, molekul yang menimbulkan cerah pada kulit.
  3. Kurang tidur menyebabkan masalah yang terkait dengan kekebalan kulit menjadi lebih parah, seperti meningkatnya inflamasi dalam tubuh mengganggu kemampuan tubuh dalam mengregulasi sistem kekebalan tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan kita jadi lebih gampang sakit, tetapi juga beruhung pada penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim.
  4. Kurang tidur juga menyebabkan berkurangnya kecantikan alami – terganggunya keseimbangan kadar air dalam badan, yang menimbulkan lingkaran hitam dibawah mata, a.k.a kantong mata, serta kulit menjadi kering dan berkeriput.
  5. Kurang tidur mempercepat penuaan dini. ketika kita berada dalam fase deep sleep, hormon pertumbuhan meningkat sehingga sel – sel rusak dapat diperbaiki. Tanpa fase deep sleep, proses ini tidak akan terjadi, alhasil, kerusakan sekecil apapun tidak teratasi dan menimbun. Hal ini menyebabkan tanda – tanda penuaan dini nampak pada wajah.
  6. Kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan. Tidur juga ternyata membantu dalam masalah weight managemen, yang mana baik untuk kulit. Sementara, kurang tidur, menyebabkan kita jadi over konsumsi.

A quick fact of what our body does, in relation with the skin, when we are asleep

During deep sleep, the skin’s metabolic rate speeds up and many of the body’s cells show increased production and reduced breakdown of proteins. Since proteins are the building blocks needed for cell growth and for the repair of damage from factors like ultraviolet rays, deep sleep may indeed be beauty sleep.

The bad news, daytime sleep will not compensate for loss of nightly ‘beauty sleep’ as the energy needed for tissue repair is not available during daylight because it is being used elsewhere. Therefore, getting enough night sleep is very important indeed.

Ketika tidur, tingkat metabolisme kulit meningkat dan banyak dari sel tubuh menunjukan peningkatan produksi dan menurunnya pemecahan protein. Berhubung protein adalah “blok bangunan” yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel dan untuk perbaikan kerusakan dari faktor sinar ultraviolet, deep sleep sungguh adalah beauty sleep.

Sayangnya, tidur siang tidak dapat menggantikan istirahat tidur malam, karena energi dyang dibutuhkan untuk perbaikan sel tidak tersedia disiang hari, dan digunakan untuk proses tubuh lainnya. Oleh karena itu tidur malam berkualitas sangatlah penting.

Classic Pink Separator

Step 4: See the dermatologist

Why is it important? It is because we need a specialist or an expert in their field to help giving us the correct diagnosis and treatments for our skin problems; so we may find out what exactly is our skin problems and what the best solution is.

For example, you have an acne problem. A dermatologist can determine which kind of prescription skin treatment would be most effective for your acne and lifestyle.

In short, there is not one-for-all solution for acne or any other skin issues. It is because, none have the same skin types, i.e. everyone has different kind of skin types – I have an oily skin, but you may have a combination/dry/sensitive/pigmented skin. Therefore, the dermatologist has different prescription for people with oily skin than for dry skin. Further, they will also consider our lifestyle, which include our eating and sleeping, as all been mentioned above.

Therefore, I would highly recommend you to ask as detail as possible and take notes of what the dermatologist has to say about you and your skin problems, especially for my Indonesian fella, as I noticed from the people around me, as they do not understand the issue; they ended up depending on doctor’s prescribed skincare set, which I know is very tough for the skin + it is very expensive to afford too. So, try to work hard a little to understand your skin issue, so you do not need to depend on it, unless you have a especially rare skin issue.

Kenapa penting untuk kita sesekali berkunjung ke dermatologist? Penting karena setiap dari kita perlu untuk sesekali berkonsultasi pada pakar yang memang punya spesialisasi dibidangnya, agar kita bisa mengetahui dan mempelajari lebih tentang kulit kita, yang mana kalau gak ketemu dengan pakarnya, kita mungkin gak bakal tahu atau sadar seperti apa sih kondisi kulit kita sebenarnya.

Contoh, Anda mempunyai masalah Acne. Dermatologist bisa kasih tahu kita secara spesifik treatment apa yang mungkin cocok dengan kulit kita.

Singkatnya, tidak ada satu solusi yang sama untuk Acne atau masalah kulitnya, karena tidak tidak ada satu jenis kulit yang sama, setiap orang punya jenis kulit yang berbeda satu dengan yang lain – kulit wajah saya berminyak, tapi Anda mungkin punya jenis kulit kering/sensitive/kombinasi, dst. Oleh karena itu, treatment untuk saya dan Anda pasti berbeda. Faktor lain yang mempengaruhi adalah lifestyle – pola tidur, pola makan, dst. seperti yang telah disebutkan diatas.

Oleh karena itu, saya mau memotivasi teman – teman semua untuk bertanya sedetail mungkin ketika berkunjung ke dermatologist atau dokter kulit. Karena saya menyadari bahwa di Indonesia ini, ada satu budaya yang menurut saya kurang baik, yaitu bergantung pada dokter dan obat dokter. Contoh, teman baik saya berkunjung ke dokter kulit, tetapi dia ketika saya tanya apa masalahnya dan saran dokter; singkat cerita, dokter bilang dia mengalami masalah gatal – gatal karena alergi dan diberi salep, tetapi dokter tidak menjelaskan, dan dia juga tidak bertanya kira – kira dia alergi apa. Alhasil, dia akhirnya jadi bolak balik ke dokter buat beli salep alerginya. Yang jadi issue adalah untuk apa kita buang – buang uang untuk salep alergi? Alergi itu tidak bisa diobati dengan salep, tetapi dengan menghindari sumber alerginya. Begitu juga dengan jerawat, kalau kita sudah tahu jenis kulit kita, misalnya berminyak, maka kita harus cari product yang cocok dengan kulit berminyak, makanya jerawat kita gak baik – baik, dan kalau ternyata masalahnya dari makanan, karena terlalu banyak makan – makanan berminyak, ya harus dikurangin kalau gak mau jerawatan. Jadi obat dokter atau cream dari dokter sebenarnya perlu – perlu tidak perlu. Yang kita perlukan dari dokter adalah informasi yang jelas tentang kondisi kulit kita, agar kita bisa merawat kulit kita dengan benar dan dengan product yang sesuai.

Classic Pink Separator

Step 5: Protect your skin!

Use sunblock before putting on your makeup, or find makeup that contain SPF in it. A research shows that a quarter of normally functioning skin cells that have been exposed to sunlight, may become skin cancer. Hence, we are encouraged  practice “safe sun”,which means not going into direct sunlight between 10 a.m and 2 p.m. when the rays are the strongest, covering up skin and using sunblock for areas that regularly are exposed.

More reasons why sunscreen is important:

  1. Our body needs to be protected from harmful rays as the ozone layer is depleting.
  2. It helps to prevent facial brown spots and skin discolorations
  3. It also helps to reduce the appearance of facial red veins and blotchiness.
  4. It slows down the development of wrinkled, premature aging skin.

Gunakan tabir surya sebelum mengaplikasikan makeup, atau gunakanlah produk yang mengandung SPF. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 1/4 dari sel kulit yang terkespos sinar matahari, mempunyai potensi menjadi sel kanker. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mempraktekan “safe sun”, yaitu sebisa mungkin hindari berjemur dibawah sinar matahari antara pukul 10.00 – 14.00, waktu dimana sinar matahari bersinar paling terik. So, usahakan untuk mengcover area – area kulit yang paling sering terkespos matahari dengan tabir surya, kalau perlu gunakan topi atau payung ketika keluar.

Here is my favorite sunblock that I like to use: Nivea Sun Ultra Beach Protect SPF50+.

NIVEA SUN Ultra Beach Protect Sunscreen Aerosol SPF50

What I like most about this sunblock is that it is a spray sunblock – easy application. I don’t really like the lotion, as it is more sticky, more hard to apply as your hand cannot reach particular area, and last but not least, it also takes a while to absorb. In contrast, this Sunblock spray is very easy to apply, all you have to do is to spray it evenly on the surface of your skin, absorb quickly and does not feel sticky at all.

If you don’t like to apply too many product on to your face skin, you can seek products – skincare & makeup that has SPF in it, such as

Gambar diatas adalah contoh produk tabir surya favorit saya – tabir surya Nivea spray. 

Saya sangat suka dengan produk yang satu ini karena sangat mudah dan nyaman untuk dipakai. Tidak seperti lotion yang teksturnya licin dan butuh waktu lama untuk menyerap dikulit + hanya bisa mengcover area yang terjangkau tangan saya, spray sunblock ini karena dia dispray, jadi lebih bisa merata aplikasinya dan dapat menjangkau area yang tangan saya tidak dapat jangkau + sangat cepat menyerap dan tidak lengket juga. 

Kalau Anda tidak suka mengaplikasikan terlalu banyak product dikulit wajah seperti saya, gunakan makeup yang mengandung SPF seperti product dibawah contohnya:

Maybelline New York Dream Matte Mousse SPF 15

The Body Shop Vitamin E Protective SPF 15 Moisture Lotion

The Body Shop Vitamin E Protective SPF 15 Moisture Lotion

  • Rimmel London BB Cream 9 in 1 SPF 25

  • Wardah Sunscreen Gel SPF 30

    Emina Beauty Bliss BB Cream SPF 32

There are more products available out there than I can list here. The above products are only some that I can share with you, to show that the many options available to help us protecting our skin from harm.

Masih banyak lagi daftar product yang mengandung SPF yang teman – teman dapat temukan ditoko kosmetik, produk diatas hanyalah beberapa item yang dapat saya tunjukan. Intinya, kulit kita pun butuh perlindungan dari berbagai bentuk “bahaya” seperti polusi dan tabir surya.

Classic Pink Separator

Hope you enjoy this post 🙂


PS: this is a non-sponsored blog post.

4 thoughts on “Beauty Basic: The steps to flawless skin

  1. Pingback: Christmas Beauty Reigme – Bio-Oil |

  2. Pingback: Bio-Oil Beauty Regime [SKINCARE REVIEW] - Blossom Shine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s